logo

Saat ini, penyakit ginjal merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990, dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Perawatan penyakit ginjal ini merupakan rangking kedua pembiayaan terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung. Hal ini juga dikemukakan oleh Kasubbag Hukum, Kemitraan dan Humas, Yunizar, Amk saat membuka acara program penyuluhan kesehatan rutin terjadwal setiap hari Senin, 7/5/18.

?Pada kesempatan hari ini, kita akan memberikan penyuluhan terkait kesehatan ginjal dan upaya pencegahannya. Seperti yang kita ketahui bersama, penyakit ginjal merupakan penyakit yang sudah sangat sering kita jumpai saat ini. Besar harapan kami sekiranya penyuluhan ini, dapat memberikan edukasi serta pemahaman kepada bapak dan ibu yang hadir pada hari ini? Ungkap Yunizar.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Eri Mizwar selaku pemateri pada penyuluhan hari ini, menjelaskan salah satu fungsi ginjal paling penting adalah menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh. Cara mencegahnya adalah dengan mempertahankan prilaku maka sehari-sehari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran dan buah, mempertahankan berat badan normal sesuai dengan umur dan tinggi badan, serta melakukan kegiatan jasmani yang cukup sesuai dengan umur dan kemampuan.

?Bila ginjal rusak, maka dapat terjadi perubahan buang air kecil, bengkak pada tungkai, kelelahan, kulit gatal, mulut terasa tidak enak seperti ada rasa logam di mulut, muntal mual, nafas tidak lega, gangguan memori, kedinginan dan menggigil serta nyeri pada pinggang? Ujarnya.

Dr. Eri Mizwar juga menambahkan, jenis penyakit ginjal ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu infeksi ginjal, batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. 

?Penatalaksanaannya adalah mecegah memburuknya fungsi ginjal, pendekatan terhadap penurunan fungsi ginjal progresif lambat, mengurangi gejala uremia atau azotemia, kontrol hipertensi, pengobatan yang tepat, cegah infeksi dan pendidikan kesehatan? Ungkapnya.

Selanjutnya, Dr. Eri Mizwar juga menjelaskan salah satu terapi pengganti ginjal dengan tujuan membuang sisa-sisa produk metabolisme atau protein, serta koreksi gangguan keseimbangan cairan elektrolit adalah dengan terapi hemodialisis.

?Sejak Maret 2012, Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien sudah memiliki instalasi Hemodialisa. Hemodialisa tersebut bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesejahteraan pasien sampai fungsi ginjal pulih kembali, dapat dilakukan pada saat toksin atau zat racun harus segera dikeluarkan untuk mencegah kerusakan permanen atau menyebabkan kematian, serta peritoneal dialisis mengeluarkan cairan lebih lambat daripada bentuk-bentuk dialisis yang lain, namun lebih praktis dan mandiri? Tegasnya.

Dr. Eri Mizwar